Pages

Kamis, 08 Oktober 2009

Perbedaan Psikoanalisa , Behaviorisme , dan Humanistik

PSIKOANALISA

Psikoanalisa bukanlah sekolah psikologi, tapi punya dampak yang besar dalam pemikiran dari teori dari banyak ahli psikologi, Psikoanalisa ditemukan di Vienna, Austria, oleh psikriatris Sigmund Freud ( 1856 – 1938).

Selama perakteknya dengan pasien neorotik, Freud mengembangkan suatu teori dan pikiran dengan mengatakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Titik penting dari keinginan dan dorongan ini, menurut teori Psikoanalisa, adalah bahwa mereka yang bersembunyi dari kesadaran individu, dengan kata lain, mereka tidak di sadari yang muncul dalam prilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak di sadari’’ (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa.

Sigmun freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari kesadaran dan ketidak sadaran, kesadaran dapat dibaratkan sebagai permukaan gunung es yang nampak. jadi kesadaran itu merupakan bagian kecil dari kepribadian. Ketidak sadaran yang merupakan bagian kecil dari gunung es di bawah manusia. Menurut freud ada bagian lain yang di sebut prasadar. Dalam prasadar stimulus-stimulus belum di repress, sehingga dapat dengan mudah di timbulkan kembali dalam kesadaran.

Selanjutnya freud mempunyai pandangan kepribadian terdiri dari id,ego dan superego. Id merupaka bagian primitive dari kepribadian id mengandung insting seksual dan insting agresif. Id membutuhkan satiffaction dengan segera tanpa memperhatikan realitas yang ada, sehingga oleh freud di sebut prinsip kenikmatan (pleasure principle). Ego disebut prinsip realitas (reality principle), ego menyesuaikan diri dengan realitas. Sedangkan superego merupakan prinsip moral (morality principle), yaitu mengontrol perilaku dari segi moral.

BEHAVIORISME

Sekolah ini di prakasi oleh Jhon B. Watson (1879-1958). Yang lama di Universitas Jhons Hopkins. Watson menolak bahwa pikiran sebagai subjek psokologi dan bersikeras bahwa psikologi di batasi pada studi tentang prilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat di observasi (atau yang secara potensial dapat di observasi).

Aliran perilaku mempunyai 3 ciri-ciri penting.

Menekankan pada respon-respon yang di kondisikan sebagi elemen-elemen atau bagunan prilaku.

Menekankan pada perilaku yang di pelajari dari pada prilaku yang tidak di pelajari.Behaviorisme menolah kecendrungan-kecendrungan perilaku bawaan.

Ciri ke tiga dari Behaviorisme di fokuskan pada prilaku binatang. Menurut Watson, tidak ada perbedaan esensial antara prilaku manusia dan prilaku binatang studi tentang apa yang dilakukan binatng.

Aliran ini menjelaskan tingkah laku manusia semata-mata atas dasar aktivitas sebagai reaksi rangsang-rangsang tertentu J.B Watson telah memulai aliran ini yang didasarkannya atas faham-faham. Sebagai tehnik tertentu dalam laboratorium, behaviorisme memang berupa sesuatu yang baru. Watson telah mempertahankan thesisnya berupa sesuatu dengan sangat tekun yaitu bahwa tingkah laku hanya berupa sesuatu reaksi faali terhadap stimulus yang timbul pada lingkungannya.

Ia yakin bahwa proses mental dapat disamakan dengan gerakan-gerakan jasmaniah, juga dalam keadaan tnpa stimulus tertentu. Dengan demikian, maka ia mengingkari penghargaan orang terhadap intropeksi, serta menganggap bahwa faham kesadaran itu suatu yang tidak ilmiah, ia berpendapat bahwa proses fikir ialah suatu proses suara tanpa bicara.

Penyelidikan percobaan oleh Pavlov dan Bekhterev menduduki suatu tempat pusat dalam alam berfikir ahli behaviorisme. Mereka menganggap, behwa semua hidup emosi, kecuali amarah, ketakutan dan kasih saying dapat dipelajari dan di lupakan melalui proses membiasakan.

HUMANISTIK

Abraham Maslow (1908-1970) dapat di pandang sebagai bapak dari Psikologi Humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi Behavioristik dan psikoanalisis, dan memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan cirri-ciri eksistensinya.

Psikologi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh psikologi humanistik mengandung behaviorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan ke unikan manusia. Menurut psikologi humanistik manusia adalah mahluk yang kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihan sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.

Maslow menjadi terkenel karna teori motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhierarki, meliputi:

Kebutuhan-kebutuhan fisiologis

Kebutuhan-kebutuhan rasa aman

Kebutuhan rasa cinta dan memiliki

Kebutuhan akan penghargaan

Kebutuhan akan aktualisasi diri

Kebutuhan-kebutuhan tersebut dikatakan berhirarki karna kebutuhan yang lebih tinggi menuntut di penuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah sudah terpenuhi. Menurut Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang Nampak, juga mempelajari prilaku yang tidak nampak,mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran. Instropeksi sebagai suatu metode penelitian yang telah di singkirkan, harus di kembalikan lagi sebagai metode penelitian psikologi.

Ada empat ciri psikologi yang berorientasi humanistik,yaitu :

Memusatkan perhatian pada person yang mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.

Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandang tentang manusia yang mekanistik dan reduksionistis.

Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.

Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertari pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (Misiak dan Sexton, 1988). Rogers (1902-1987) yang terkenal dengan client-contered therapy (Walgito).

BY : PUTRI RATU RETNO K.S

SUMBER : PSIKOLOGI UMUM 1 oleh B.P Dwi Riyanto, Hendro Prabowo, Ira Puspitawati

PSIKOLOGI UMUM oleh A.M Heru Basuki

ENSIKLOPEDI UMUM oleh Abdul Gafar Pringgodigdo, Hassan Shadily

0 komentar: