Pages

Rabu, 19 Mei 2010

rett

definisi

• Suatu kondisi progresif yang berkembang setelah beberapa bulan perkembangan normal.

• Lingkar kepala waktu lahir: normal

• Perkembangan awal: normal

• Terjadi antara usia 5,4,8 bulan biasanya antara usia 6 bulan1tahun.

• Perkembangan kepala mulai mengalami deselerasi.

• Hilangnya gerakan tangan bertujuan berkembang karakteristik gerakan

stereotipi seperti mencuci tangan atau meremasremas tangan.

• Kemampuan bahasa ekspresif & reseptif terganggu sangat berat & dikaitkan

dengan RM yang nyata.

Sejarah

Kasus pertama kali dilaporkan oleh Andreas Rett pada thn 1966.

• Laporan awalnya tentang penemuan klinis seperti gait ataxia, truncal ataxia, apraxia, kesulitan bernafas, abnormal EEG, kejang.

• Rett juga mengobservasi beberapa gambaran yang mengarah ke autisme.

Tanda-tanda sindrom Rett akan sangat luar biasa dalam cerebral palsy, kesulitan ini sangat jarang dibedakan.

1. Bertubuh pendek mungkin, dan atau mungkin luar biasa proporsional karena kesulitan berjalan atau gizi buruk karena kesulitan menelan

2. Hypotonia

3. Tertunda atau kemampuan berjalan lambat

4. Gaya berjalan / kesulitan gerakan

5. Ataksia

6. Microcephaly di beberapa-kepala kecil tidak normal, miskin pertumbuhan kepala

7. Beberapa bentuk kelenturan

8. Chorea-hebat gerakan tangan atau otot wajah

Kemampuan Berbahasa Pada Anak Asperger

Kemampuan Berbahasa Pada Anak aspergeroleh: Vitriani Sumarlis, PsiKlinik Anakku CinereJuni 2001 Pada salah satu sudut kelas terlihat seorang anak laki-laki berusia kurang lebih 9 tahun, sedang tekun menggambar sementara ibunya sedang berbicara dengan gurunya di depan kelas. Ia terlihat sangat asyik menggambar tanda-tanda (icon) yang terdapat pada program Microsoft Word, dengan tarikan garis yang sangat pas, sangat detil hingga seolaholah kita sedang berhadapan dengan layar komputer dan siap bekerja dengan program Microsoft Word. Ketika salah seorang rekan gurunya datang menghampiri, anak laki-laki tersebut terlihat tidak memperdulikannya namun tiba-tiba dia menyapa dan memulai pembicaraan dengan kata ìIni tanda apa!î sambil menunjuk simbol W yang mewakili Microsoft Word. Belum sempat guru tersebut menjawab, ia sudah melanjutkan kata-kata berikutnya berupa penjelasan dari tandatanda yang dibuatnya ;.înewÖ.openÖ.saveÖ.printÖ.î dan seterusnya hingga tanda-tanda yang digambarkannya selesai disebutkan. Intonasi selama pembicaraan terlihat datar dengan wajah tanpa ekspresi. Ia terlihat seolah-olah ingin berkomunikasi dengan guru yang menghampirinya, namun kontak mata hanya sesekali. Percakapan hanya berlangsung satu arah, formal dengan topik pembicaraan terbatas dan berulang hanya pada tanda-tanda Microsoft Word.

Gambaran di atas mewakili karakteristik yang ditunjukkan oleh anak dengan sindrom asperger, yaitu gangguan perkembangan yang berada dalam spektrum autis. Kondisi yang dialami mempengaruhi kemampuan mereka dalam melakukan interaksi sosial dua arah, komunikasi verbal dan non verbal yang miskin dan keengganan untuk menerima perubahan. Cara berpikir mereka kurang luwes dan rentang minat sangat terbatas, mendalam pada bidang-bidang tertentu yang menjadi minatnya saja seperti matematika, ilmu pengetahuan, binatang atau komputer. Kecerdasan mereka normal bahkan cenderung di atas rata-rata. Pada anak-anak dengan tingkat gangguan yang sangat ringan seringkali tidak terdiagnosa dan mungkin tampil hanya sebagai anak yang aneh atau eksentrik.

Dalam gambaran yang lebih umum, anak-anak dengan sindrom asperger sulit untuk berteman dengan anak-anak seusianya, kurang dapat memahami tanda-tanda sosial yang diperlukan. Penggunaan bahasa terlihat aneh dan mereka cenderung untuk mengartikan apa yang didengar atau dibaca secara literal, hanya berdasarkan arti kata yang sebenarnya. Kepada mereka perlu diajarkan keterampilan sosial dengan menjelaskan situasi sosial dari waktu ke waktu. Salah satu kemampuan yang terganggu pada anak-anak dengan sindrom asperger adalah kemampuan berbahasa, yang pada akhirnya juga mempengaruhi keterampilan mereka dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa hampir 50 % anak-anak dengan sindrom asperger terlambat dalam perkembangan bicara, tetapi mereka biasanya dapat berbicara dengan lancar pada saat berusia 5 tahun (Eisenmajer, dkk dalam Attwood, 1998). Meskipun demikian, cara mereka berbicara sangat aneh, tampak nyata pada

saat mereka kurang dapat mengembangkan percakapan yang wajar.Penguasaan fonologi (pengucapan) dan sintaksis (tata kalimat) mengikuti pola yang sama dengan anak-anak yang lain,namun perbedaan utama tampak pada kemampuan pragmatis (penggunaan bahasa pada konteks sosial), semantik (pemahaman suatu kata memiliki beberapa arti) serta prosodi (tinggi rendah, tekanan dan ritme suara). Berikut ini adalah strategi penanganan yang dapat dilakukan untuk membantu kesulitan berbahasa yang dialami.

Kemampuan Pragmatis Lebih umum dikenal sebagai seni dalam berbicara. Anak-anak dengan sindrom asperger seringkali mengalami kesulitan untuk memulai interaksi dengan orang lain karena mereka sulit untuk menempatkan kalimat pembuka pada suatu percakapan sesuai dengan situasi sosial yang sedang dihadapi. Misalnya dalam menghadapi tamu orangtuanya yang datang ke rumah, salah seorang anak dengan sindrom asperger akan berkata Halo, apakah kamu menyukai ikan pari ? ketika tamu tersebut baru memasuki ruang tamu. Kemudian ia akan meneruskan pembicaraan dengan memberikan penjelasan yang lebih detil tentang topik tersebut secara ilmiah hingga selesai. Percakapan akan berlangsung satu arah, meskipun lawan bicaranya terlihat bosan atau menginginkan pembicaraan dihentikan. Atau tiba-tiba saja seorang anak dengan sindrom asperger mengomentari tamu ibunya dengan berkata Tante bertubuh besar, dimana anak tersebut tidak menyadari wajah merah ibunya atau tamu tersebut karena malu atau marah.

Yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah:

- Mengajarkan mereka berbagai kalimat pembuka percakapan disesuaikan dengan berbagai situasi sosial, yang umum

dilakukan orang.

- Ajarkan pula mereka untuk meminta penjelasan ketika mengalami kebingungan. Berikan dukungan agar mereka lebih

percaya diri untuk mengakui Saya tidak tahui karena umumnya anak-anak dengan sindrom asperger tidak ingin terlihat

oleh orang lain bahwa mereka tidak tahu.

- Mengajarkan mereka tanda-tanda kapan harus memberikan jawaban balasan, menginterupsi suatu percakapan atau

mengubah topik pembicaraan.

- Mendampingi dan membisikkan anak apa yang harus dikatakannya pada suatu percakapan yang lebih kompleks.

Secara bertahap, anak didukung untuk memulai percakapannya sendiri.

- Abaikan anak ketika mereka memberikan komentar-komentar yang tidak relevan dalam suatu percakapan.

Cara yang dapat dilakukan untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan tersebut di atas adalah melalui bermain peran

atau menggunakan balon bicara tentang cerita sosial seperti percakapan yang terdapat dalam komik. Melalui balon

bicara, reaksi emosi yang muncul pada suatu percakapan dapat divisualisasikan melaui gambar atau warna.

Kemampuan Semantik

Anak-anak dengan sindrom asperger cenderung menginterpretasikan apa yang orang lain katakan secara literal. Mereka

kurang dapat memahami berbagai kemungkinan arti dari suatu kata, yang dapat disesuaikan dengan konteks sosialnya.

Mereka kurang dapat menyadari arti kata yang tesembunyi, implisit atau bermakna ganda. Misalnya ìdalam bekerja sama

kita harus saling berpegangan tanganĂ® yang mereka artikan berpegangan tangan dalam arti yang sebenarnya. Karena

kekurangannya tersebut, anak-anak ini kurang memahami olokan teman, aturan permainan atau humor.

Dalam mengatasi permasalahan tersebut sebaiknya orangtua atau guru:

- Menyederhanakan pembicaraan, disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka.

- Membuatkan buku catatan kecil yang berisi contoh kata-kata kiasan dan alternatif arti yang terkandung di dalamnya.

Kemudian cobalah untuk menerapkan kata-kata tersebut dalam cerita sosial, yang dapat dibantu melalui percakapan

dalam komik.

Prosodi

Dalam suatu percakapan, pengubahan intonasi dan besarnya suara dilakukan untuk memberikan penekanan pada katakata

kunci atau emosi tertentu. Variasi tersebut tidak ditemukan pada anak-anak dengan sindrom asperger karena

pembicaraan mereka cenderung datar, monoton dan tanpa disertai ekspresi wajah yang sesuai.

Melalui latihan drama, anak dapat diajarkan untuk memodifikasi tekanan, ritme dan tinggi rendahnya suara. Lebih lanjut,

penanganan oleh terapis wicara dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

Disamping kesulitan-kesulitan berbahasa di atas, pada saat berkomunikasi anak-anak dengan sindrom asperger

seringkali menemukan hambatan berkaitan dengan:

Kesulitan untuk membedakan dan/gangguan suara

Mereka menemukan kesulitan ketika harus memperhatikan suara seseorang diantara suara orang lainnya yang

berbicara pada saat bersamaan. Hal ini dapat terjadi misalnya ketika suara guru menerangkan pada kelas yang

bersebelahan saling terdengar. Akibatnya, mereka mengalami kesulitan untuk memahami penjelasan guru atau pun

instruksi yang diberikan. Yang dapat dilakukan oleh guru atau orangtua adalah:

- Memberikan dukungan kepada anak untuk meminta pengulangan instruksi dengan lebih singkat dan dengan bahasa

yang lebih mudah untuk dipahami.

- Mintalah anak untuk mengulang kembali intruksi yang telah diberikan untuk mengetahui penerimaannya.

- Beri jeda setiap selesai menyampaikan suatu kalimat/instruksi.

- Untuk membantu penerimaan anak terhadap penjelasan guru di kelas, berikan tugas pada anak untuk membaca terlebih dahulu materi baru yang akan diajarkan.

Kecenderungan untuk berbicara sendiri Anak-anak dengan sindrom asperger seringkali berbicara sendiri ketika sedang bermain sendiri atau sedang bersama

orang lain. Mereka menjadi terlihat aneh dan kegiatan yang mereka lakukan mengganggu perhatian orang lain. Tidak jarang mereka menjadi bahan olokan teman-temannya atau instruksi guru menjadi terabaikan. Bila kegiatan tersebut sudah menganggu orang lain, ajarkan mereka untuk berbisik-bisik saja.Kelancaran verbal Pada saat anak-anak asperger memiliki antusiasme yang sangat tinggi terhadap minat mereka, mereka akan membicarakan minat tersebut secara terus menerus dan seringkali membuat orang lain yang mendengarkannya merasa bosan. Oleh karena itu sebaiknya mereka diajarkan untuk mengenali tanda-tanda kapan dia harus berhenti berbicara. Sebaliknya pada saat anak-anak ini menjadi diam atau kehilangan kata-kata mereka, guru dan orangtua hendaknya mewaspadai kemungkinan mereka sedang memiliki kecemasan yang sangat tinggi sehingga memerlukan penanganan ahli.

Pada dasarnya anak-anak dengan sindrom asperger merupakan anak-anak yang cerdas, bahagia dan penuh dengan kasih sayang. Bila kita dapat membantu mereka menembus dunia kecilĂ® mereka, kita dapat membantu mengatasi permasalahan mereka untuk menjadi lebih baik dalam masyarakat.

Asperger

Sindrom Asperger adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger pada tahun 1944. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Sindrom Asperger juga bukanlah sebuah penyakit mental.

Ketika orang berbicara, umumnya mereka menggunakan bahasa tubuh seperti senyuman dan komunikasi nonverbal lainnya, dan juga kata-kata yang dikeluarkan oleh mereka cenderung memiliki lebih dari satu buah makna. Seorang penderita sindrom Asperger memiliki kesulitan untuk memahami bentuk-bentuk komunikasi non-verbal serta kata-kata yang memiliki banyak arti seperti itu, dan mereka hanya memahami apa arti kata tersebut, seperti yang ia pahami di dalam kamus. Para penderita sindrom Asperger tidak mengetahui bagaimana memahami ironi, sarkasme, dan penggunaan bahasa slang, apalagi memahami mimik muka/eskpersi orang lain. Mereka juga tidak tahu bagaimana caranya untuk bersosialisasi dengan orang lain dan cenderung menjadi pemalu.

Para dokter melihat sindrom Asperger sebagai sebuah bentuk autisme. Seringnya, disebut sebagai "autisme yang memiliki banyak fungsi/high-functioning autism". Hal ini berarti setiap penderita sindrom Asperger terlihat seperti halnya bukan seorang autis, tetapi ketika dilihat, otak mereka bekerja secara berbeda dari orang lain. Para dokter juga sering mengambil kesimpulan yang salah mengenai sindrom Asperger setelah mendiagnosis penderitanya, dan memvonisnya sebagai pengidap skizofrenia, ADHD, sindrom Tourette atau kelainan mental lainnya.

Bagian otak yang memiliki kaitan untuk melakukan hubungan sosial dengan orang lain juga sebenarnya mengontrol bagaimana tubuh bergerak dan juga keseimbangan tubuh. Karena itu, seorang penderita sindrom Asperger mungkin mengalami masalah yang melibatkan pergerakan tubuh, seperti halnya olah raga, atau bahkan jalan kaki, yang terkadang sering terpeleset. Mereka juga memiliki kebiasaan grogi/nervous.

Para penderita sindrom Asperger cenderung lebih baik dibandingkan orang-orang lain dalam beberapa hal seperti matematika dan hitung-hitungan, tulisan serta pemrograman komputer. Banyak Penderita sindrom Asperger memiliki cara penulisan yang lebih baik dibandingkan dengan cara mereka berbicara dengan orang lain. Mereka juga memiliki sebuah minat yang khusus yang mereka tekuni dan bahkan mereka menekuninya sangat detail, serta mereka justru menemukan hal-hal kecil yang orang lain sering melewatkannya

Minggu, 16 Mei 2010

Pengertian Masa Dewasa Awal (Young Adult Hood)

Menurut Elizabeth B. Hurlock, Masa Dewasa Awal (Young Adult Hood) adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Kisaran umurnya antara 21 tahun sampai 40 tahun.

Pengertian lain dari Masa Dewasa Awal adalah merupakan satu tahap yang dianggap kritikal selepas alam remaja. Ia dianggap kritikal adalah disebabkan pada waktu ini manusia berada pada tahap awal pembentukan kerjaya dan keluarga. Pada peringkat ini, seseorang perlu membuat pilihan yang tepat demi menjamin masa depannya terhadap kerjaya dan keluarga. Pada waktu ini juga seseorang akan menghadapi dilemma antara kerjaya dan keluarga. Pelbagai masalah mula timbul terutamanya dalam perkembangan kerjaya dan juga hubungan dalam keluarga. Menurut Teori Erikson, Tahap Dewasa Awal yaitu mereka di dalam lingkungan umur 20-an ke 30-an. Pada tahap ini manusia mula menerima dan memikul tanggungjawab yang lebih berat. Pada tahap ini juga hubungan intim mula berlaku dan berkembang.

Pada pertumbuhan fisiknya dewasa awal sedang mengalami masa peralihan dari masa remaja ke masa tua. Pada masa ini seseorang tergolong sebagai seorang pribadi yang benar-benar dewasa atau matang (maturity). Segala tindakannya sudah dapat dikenakan aturan-aturan hukum yang berlaku. Pada masa ini ditandai dengan adanya perubahan fisik, misalnya tumbuh bulu-bulu halus, perubahan suara, menstruasi dan kemampuan reproduksi. Hal inilah yang menandai adanya transisi fisik.

Secara nyata perubahan ciri fisik dewasa awal tidak dapat dilihat, karena merupakan kelanjutan dari perkembangan fisik pada remaja yang sangat pesat dan dapat dilihat secara nyata, tapi perkembangan fisik dewasa dianggap sebagai puncak perkembangan fisik. Karena dalam perkembangan fisik dewasa awal merasa kuat, maka kesehatan menjadi kurang diperhatikan dan dijaga. Memang hal ini kurang berpengaruh di masa dewasa awal, namun akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya.

Menurut Piaget, pada tahap Masa Dewasa Awal ini, para dewasa muda sedang berada dalam tahap kognitif postformal thought. Cara pemikiran orang dewasa biasanya sudah fleksibel, terbuka, adaptif, dan individualistik. Biasanya ditandai dengan kemampuan untuk menghadapi ketidakpastian, ketidakstabilan, sesuatu yang kontradiktif, ketidaksempurnaan, dan berkompromi.