Pages

Kamis, 08 Oktober 2009

Perbedaan Psikoanalisa , Behaviorisme , dan Humanistik

PSIKOANALISA

Psikoanalisa bukanlah sekolah psikologi, tapi punya dampak yang besar dalam pemikiran dari teori dari banyak ahli psikologi, Psikoanalisa ditemukan di Vienna, Austria, oleh psikriatris Sigmund Freud ( 1856 – 1938).

Selama perakteknya dengan pasien neorotik, Freud mengembangkan suatu teori dan pikiran dengan mengatakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Titik penting dari keinginan dan dorongan ini, menurut teori Psikoanalisa, adalah bahwa mereka yang bersembunyi dari kesadaran individu, dengan kata lain, mereka tidak di sadari yang muncul dalam prilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak di sadari’’ (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa.

Sigmun freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari kesadaran dan ketidak sadaran, kesadaran dapat dibaratkan sebagai permukaan gunung es yang nampak. jadi kesadaran itu merupakan bagian kecil dari kepribadian. Ketidak sadaran yang merupakan bagian kecil dari gunung es di bawah manusia. Menurut freud ada bagian lain yang di sebut prasadar. Dalam prasadar stimulus-stimulus belum di repress, sehingga dapat dengan mudah di timbulkan kembali dalam kesadaran.

Selanjutnya freud mempunyai pandangan kepribadian terdiri dari id,ego dan superego. Id merupaka bagian primitive dari kepribadian id mengandung insting seksual dan insting agresif. Id membutuhkan satiffaction dengan segera tanpa memperhatikan realitas yang ada, sehingga oleh freud di sebut prinsip kenikmatan (pleasure principle). Ego disebut prinsip realitas (reality principle), ego menyesuaikan diri dengan realitas. Sedangkan superego merupakan prinsip moral (morality principle), yaitu mengontrol perilaku dari segi moral.

BEHAVIORISME

Sekolah ini di prakasi oleh Jhon B. Watson (1879-1958). Yang lama di Universitas Jhons Hopkins. Watson menolak bahwa pikiran sebagai subjek psokologi dan bersikeras bahwa psikologi di batasi pada studi tentang prilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat di observasi (atau yang secara potensial dapat di observasi).

Aliran perilaku mempunyai 3 ciri-ciri penting.

Menekankan pada respon-respon yang di kondisikan sebagi elemen-elemen atau bagunan prilaku.

Menekankan pada perilaku yang di pelajari dari pada prilaku yang tidak di pelajari.Behaviorisme menolah kecendrungan-kecendrungan perilaku bawaan.

Ciri ke tiga dari Behaviorisme di fokuskan pada prilaku binatang. Menurut Watson, tidak ada perbedaan esensial antara prilaku manusia dan prilaku binatang studi tentang apa yang dilakukan binatng.

Aliran ini menjelaskan tingkah laku manusia semata-mata atas dasar aktivitas sebagai reaksi rangsang-rangsang tertentu J.B Watson telah memulai aliran ini yang didasarkannya atas faham-faham. Sebagai tehnik tertentu dalam laboratorium, behaviorisme memang berupa sesuatu yang baru. Watson telah mempertahankan thesisnya berupa sesuatu dengan sangat tekun yaitu bahwa tingkah laku hanya berupa sesuatu reaksi faali terhadap stimulus yang timbul pada lingkungannya.

Ia yakin bahwa proses mental dapat disamakan dengan gerakan-gerakan jasmaniah, juga dalam keadaan tnpa stimulus tertentu. Dengan demikian, maka ia mengingkari penghargaan orang terhadap intropeksi, serta menganggap bahwa faham kesadaran itu suatu yang tidak ilmiah, ia berpendapat bahwa proses fikir ialah suatu proses suara tanpa bicara.

Penyelidikan percobaan oleh Pavlov dan Bekhterev menduduki suatu tempat pusat dalam alam berfikir ahli behaviorisme. Mereka menganggap, behwa semua hidup emosi, kecuali amarah, ketakutan dan kasih saying dapat dipelajari dan di lupakan melalui proses membiasakan.

HUMANISTIK

Abraham Maslow (1908-1970) dapat di pandang sebagai bapak dari Psikologi Humanistik. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi Behavioristik dan psikoanalisis, dan memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan cirri-ciri eksistensinya.

Psikologi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh psikologi humanistik mengandung behaviorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan ke unikan manusia. Menurut psikologi humanistik manusia adalah mahluk yang kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihan sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.

Maslow menjadi terkenel karna teori motivasinya, yang dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhierarki, meliputi:

Kebutuhan-kebutuhan fisiologis

Kebutuhan-kebutuhan rasa aman

Kebutuhan rasa cinta dan memiliki

Kebutuhan akan penghargaan

Kebutuhan akan aktualisasi diri

Kebutuhan-kebutuhan tersebut dikatakan berhirarki karna kebutuhan yang lebih tinggi menuntut di penuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah sudah terpenuhi. Menurut Maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang Nampak, juga mempelajari prilaku yang tidak nampak,mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran. Instropeksi sebagai suatu metode penelitian yang telah di singkirkan, harus di kembalikan lagi sebagai metode penelitian psikologi.

Ada empat ciri psikologi yang berorientasi humanistik,yaitu :

Memusatkan perhatian pada person yang mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.

Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, aktualisasi diri, sebagai lawan pandang tentang manusia yang mekanistik dan reduksionistis.

Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.

Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertari pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu (Misiak dan Sexton, 1988). Rogers (1902-1987) yang terkenal dengan client-contered therapy (Walgito).

BY : PUTRI RATU RETNO K.S

SUMBER : PSIKOLOGI UMUM 1 oleh B.P Dwi Riyanto, Hendro Prabowo, Ira Puspitawati

PSIKOLOGI UMUM oleh A.M Heru Basuki

ENSIKLOPEDI UMUM oleh Abdul Gafar Pringgodigdo, Hassan Shadily

Jumat, 02 Oktober 2009

DAMPAK DARI BENCANA SITU GINTUNG

Bencana situ gintung yang terjadi pada tanggal 27 MARET 2009 dini hari, wilayah Situ Gintung mengalami hujan deras yang menyebabkan pihak keamanan memberikan peringatan bahaya banjir sekitar pukul 02.00. Namun demikian, tidak ada tindakan lanjut pengamanan hingga terjadi kebobolan tanggul selebar 30 m dengan ketinggian 6 m pada sekitar pukul 04.00 WIB dan sekitar 2,1 juta meter kubik air melalui melanda pemukiman yang terletak di bawah tanggul. Bencana ini banyak memekan korban, entah dari yang tua hingga yang muda, dari yang dewas sampai anak-anakpun terkena musibah ini. Kejadian ini tidak melihat pandang bulu entah dari kalangan kaya, sederhana,ataupun mikin.

Awalnya Awal pembentukan situ gintung (danau) ini adalah sebagai waduk yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya, dibuat antara tahun 1932-1933 dengan luas awal 31 ha. Kapasitas penyimpanannya mencapai 2,1 juta meter kubik. Situ ini adalah bagian dari daerah aliran ci sadane merupakan salah satu sungai utama Propinsi banten dan jawa barat sumber berasal dari gunung salak dan gunung pangrango di (Kabupaten bogor, sebelah selatan Kabupaten tangerang) yang mengalir ke laut jawa panjang sungai ini sekitar 80 km dan bendungan aliran kali pesanggrahan. Di tengah-tengah situ terdapat sebuah pulau kecil yang menyambung sampai ke tepi daratan seluas kurang lebih 1,5 ha yang bernama pulau Situ Gintung beserta hutan tanaman yang berada sekitarnya.Semenjak tahun 1970-an kawasan pulau dan salah satu tepi Situ Gintung dimanfaatkan sebagai tempat wisata alam dan perairan dimana terdapat restoran,kolam renang,dan outbond.

Ini pertama kalinya saya datang ke situ gitung yang yang terletak kecamatan ciputat timur,kota tangerang selatan , provinsi banten. Lokasi danau ini berada di sebelah barat daya kota jakarta. Danau seluas 21,4 ha (2008) ini telah berubah fungsi, dimanfaatkan sebagai tempat wisata taman. saya datang tidak hanya sendiri tetapi juga bersama teman-teman kampus saya, saya dan teman-teman saya membantu para korban tepatnya saya dan teman-teman saya disebut sebagai relawan tugas kami membantu para korban dan menghiburnya.

Bencana ini sangat mengagetkan orang-orang karna yang kita tau danau situ gintung ini aman-aman saja teryata prkiraan kami semua salah,Danau situ gintung ini sangat bagus , pemandangannya dan udaranya sangat sejuk, kini habis semua seketika bencana itu datang, semua rumah menjadi hancur dan tidak hanya hancur saja tetepi mobil-mobil semua rusak, tetapi ada sebuah mesjid di tengah pemukiman yang masih kokoh berdiri ini adalah anugrah dari sang pencipta.

Akhirnya saya dan teman-teman saya di bagi menjadi 2 kelompok,kelompok pertama membagi makanan,baju tapi kelompok kedua (kelompok saya) di tempatkan di tempat anak-anak untuk menghibur mereka yang sedang sedih dan trauma karna sebagian keluarga mereka ada yang hilang ada juga keluarga mereka yang sudah meniggal maka dari itu saya menghibur supaya anak-anak tersebut bisa melupakan apa yang telah terjadi.

Ketika kami sedang menghibur anak-anak tersebut ada satu anak perempuan yang masih sedih sebut saja namanya lita (nama samaran) ketika kami bujuk untuk bermain akhirnya dia mau bergabung tapi seketika anak itu malah marah maka dari itu kami langsung bertanya kepada dia kenapa lita? Kata dia kelompok itu curang seharusnya kelompok aku kak yang menang, kata kami ya sudah inikan cuma permainan saja menang kalah itu sudah hal biasa.

Akhirnya permainan itu telah selesai juga, kami berhenti sejenak untuk makan,minum dan beristirahat sejenak tiba-tiba rombongan artis datang untuk menghibur banyak artis di tempat kami dan banyak jug wartawan untuk meliput kegiatan artis tersebut. Ketika artis itu pulang permainan kami lanjutkan kembali, seketika permainan itu berhenti saya bertanya kepada persatuan anak laki-laki dan perempuan.

Gimana perasaannya apa kalian sedih ?

“Ya kami sedih kak, dan trauma dan kami takut akan datangnya hujan besar melanda tempat kami kak.”

Apakah keluarga kalian ada yang hilang?

“Sebagian anak berkata, ia bapak dan adik saya, belum ketemu dan sebagian anak lagi berkata keluarga aku semuanya selamat kak, dan kami berkata kalian harus sabar, saling membantu antar teman dan jangan lupa kalian harus berdoa agar keluarga yang belum di temukan selamat, karna dari kejadiaan ini mungkin allah punya kehendak lain.

Doa apa yang kalian harapkan?

- Harapan kami supaya tidak terjadi kembali

- Dan agar cepat memberi bantuan

- Dan kelurga kami supaya cepat di temukan

Ketika pembicaraan kami berakhir permainanpun di mulai kembali, kami bernyanyi, berlomba-lomba, melukis, tertawa lepas seakan tidak ada beban dan kejadian apa-apa. Rasanya senang sekali bisa terjun langsung dan membantu para korban terutama anak kecil yang sebagian kecil belum mengerti apa yang terjadi.

Setelah saya puas bertanya kepada anak-anak tersebut saya menyimpulkan prilaku mereka berubah akibat kejadian ini banyak yang

- Trauma

- Takut hujan

- Pendiam

- Stress

- Dan depresi

Dan tidak hanya prilaku mereka berubah tetapi dampak dari bencana ini juga membawa penyakit seperti

- Flu

- Batuk

- Panas

- Dan demam

Maka dari itu para korban pada saat itu sangat membutuhkan sekali bantuan seperti obat-obatan, pakaian layak pakai, makanan, dll, untung saja semua itu bisa terpenuhi berkat para dermawan yang sudah membantu.

Karena waktu cepat sekali sehingga kami tidak sadar kalo waktu sudah mulai beranjak malam dan kegiatan , aktivitas pun berhenti. Setelah kegiatan dan aktivitas berhenti para korbanpun di kembalikan lagi ke posko, dan ke tempat pengungsian seperti semula. Akhirnya kamipun juga bersiap-siap untuk pulang ke rumah, mungkin ini hanya artikel yang bisa saya buat, tapi ini pengalaman yang sangat,,,,sangat,,,sangat berharga karna banyak sekali pelajaran dan manfaat yang saya dapat dari sini.

By : Putri Ratu Retno K.S

Kamis, 01 Oktober 2009

Perbedaan psikoanalisa S.FREUD dan ERIKSON

  • Sigmund Freud lahir pada 6 Mei 1856. Ia adalah seorang neurolog asal Austria sekaligus pendiri aliran psikoanalisis dalam psikologi. Sigmund freud (1856-1939) seorang dokter vienna, mengembangkan psikoanalisis , sebuah pendataan terapeutik yang berkonsep dari teori Freud yang paling terkenal adalah tentang adanya alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku.

Fase-fase Sigmund freud (psikoseksual):

  • Fase Oral (12-18 bulan)

Pada fase ini lebih utama pada bayi melibatkan aktivitas berorientasi mulut Kenikmatannya seperti menghisap dan menelan.

Contohnya :

Makan dan minum menjadi sumber kenikmatannya,atau kepuasan diperoleh dari ransangan terhadap bibir-rongga mulut-kerongkongan.

  • Fase Anal (usia 1 – 3 tahun)

Pada fase ini anak mendapatkan kepuasan sensual dengan menahan atau melepaskan feces. Zona kepuasan adalah daerah anal, dan toilet training merupakan aktivitas penting.

Contohnya :

Mencari kesenangan pada jari dengan melukis.

  • Fase Phallic (usia 3 – 5/6 tahun)

Pada fase ini anak menjadi lengket dengan orang tua dari jenis kelamin berlainan dan kemudian mengidentifikasikannya dengan orang tua berjenis kelamin sama. Superego berkembang , zona kepuasannya bergeser ke daerah genital.

Contohnya :

Pada tahap ini anak akan mengalami Oedipus complex, keinginan untuk bermain-main dengan penisnya pada anak laki-laki.

  • Fase Latency (usia 5/6 – pubertas)

Pada fase ini masa yang relative tenang di antara tahapan-tahapan yang lebih bergelora dan periode perbedaan impuls seksual Menurut Freud, penurunan minat seksual itu akibat dari tidak adanya daerah erogen baru yang dimunculkan oleh perkembangan biologis

Contohnya :

Merupakan tahap yang paling baik dalam perkembangan kecerdasan (masa sekolah), dan dalam tahap ini seksualitas seakan-akan mengendap, tidak lagi aktif dan menjadi laten.

  • Fase Genital (pubertas – kedewasaan)

Pada fase ini Kemunculan kembali dorongan seksual tahap phallic, disalurkan kepada kematangan seksualitas masa dewasa, Bersamaan dengan pertumbuhannya, alat-alat genital menjadi sumber kenikmatan dalam tahap ini.

Contohnya :

Sistem endoktrin memproduksi hormon-hormon yang memicu pertumbuhan tanda-tanda seksual sekunder (suara, rambut, buah dada, dll) dan pertumbuhan tanda sesual primer.

  • Id ,Ego, Superego

Ego dan id untuk pertama kalinya melukiskan suatu teori baru tentang susunan hidup psikis. Seperti sudah diketahui dalam susunan pertama ia membedakan menjadi dua sistem yaitu sistem sadar-prasadar, di samping sistem tak sadar. Yang tak sadar itu di samakan dengan yang direpresi, sedangkan yang merepresi adalah ego atau sistem sadar-prasadar. Lama kelamaan teori pertama itu bagi freud tidak memandang lagi, terutama karena penelitian lebih lanjut sudah menyatakan kepadanya bahwa dalam rangka proses represi aa yang merepresi bersifat tah sadar pula.

Id adalah lapisan psikis yang paling mensadar dan merupakan kawasan di mana eros dan thanatos berkuasa. Di situ terdapat naluri bawaan (seksual dan agresif) dan keinginan yang direpresi. Hidup psikis janin sebelum lahir dan bayi yang baru lahir terdiri id saja. Dan id itu menjadi bahan dasar bagi pembentukan hidup psikis lebih lanjut. Id sekali-kali tidak di terpengaruh oleh kontrol pihak ego dan prinsip realitas. Di situ prinsip kesenangan masih masih mahakuasa dalam id tidak di kenal urutan menurut waktu, hukum-hukum logika (khususnya prinsip kontradiksi) tidak berlaku bagi id, tetapi sudah ada struktur tertentu berkat pertentangan antara 2 macam naluri,naluri-naluri kehidupan dan naluri-naluri kematian.

Ego tidak boleh disamakan dengan apa yang dalam psikologi onanalitis diberi nama ego atau aku. Menurut freud, ego terbentuk dengan diferensiasi dari id karna kontaknya dengan dunia luar, khususnya orang di sekitar bayi kecil seperti orang tua pengasuh, dan kakak adik. Aktivitasnya bersifat sadar, prasadar maupun tak sadar. Untuk sebagian besar ego bersifat sadar dan sebagai contoh aktivitas sadar boleh disebut: persepsi lahiriah, persepsi batin, proses-proses intelektual. Sebagai contoh tentang aktivitas prasadar dapat di kemukakan fungsi ingatan. Dan aktivitas tak sadar ego di jalankan dengan mekanisme-mekanisme pertahanan. Ego keseluruhnya dikuasai oleh prinsip realitas, seperti tampak dalam pemikiran yang obyektif , yang sesuai dengan tuntutan-tuntutan social, yang rasional dan mengungkapkan diri melalui bahasa. Adalah tugas ego ( bukan ide id dan naluri-naluri) untuk mempertahankan kepribadiannya sendiri dan menjamin penyesuaian dengan lingkungan sekitar,akhirnya ego menjamin kesatuan kepribadian dengan kata lain berfungsi mengadakan sintesis.

Instansi yang ketiga Superego, dibentuk melalui internalisasi (internalization), artinya larangan-larangan atau perintah-perintah yang berasal dari luar (para pengasuh,khususnya orang tua) di olah sedemikian rupa sehingga akhirnya terpancar dari dalam. Dengan kata lain, superego adalah buah hasil proses internalisasi, sejauh larangan-larangan dan perintah-perintah yang tadinya merupakan suatu yang ‘’asing’’ bagi si subjek , akhirnya di anggap sebagai sesuatu yang berasal dari subjek sendiri.

  • Erik erikson dilahirkan pada 15 Juni 1902 di Danish dekat kota Frankfurt, Jerman. Seorang psikonalis yang merupakan salah seorang rekan di lingkar dalam freud di Vienna, memodifikasi dan memperluas teori freuddengan menekankan pengaruh masyarakat terhadap perkembangan kepribadian. Erikson adalah perintis perspektif rentang hidu. Ketika freud menekankan bahwa pengalaman di awal masa kanak –kanak membentuk kepribadian secara permanen, erikson malah menyatakan bahwa perembangan ego bersifat seumur hidup. Dia mengaplikasikan teorinya kepada public figure, dengan menuliskan biografi psikososial .

Teori perkembangan psikososial erikson(1850,1982) mencakup delapan tahap sepanjang rentang kehidupan, tiap tahap melingkupi apa yang pada awalnya disebut oleh erikson sebagai ‘’krisis’’ dalam kepribadian, yaitu tema psikososial utama yang sangat penting pada waktu itu dan, sampai batas tertentu, tetap bisa menjadi masalah selama hidup. Permasalahan ini yang muncul sesuai dengan jadwal kedewasaan, harus di tuntaskan dengan sempurna untuk mendapatkan perkembangan ego yang sehat.

Tahapan erik erikson (psikososial):

  • Kepercayaan dasar VS Ketidakpercayaan (lahir hingga 12-18 bulan).

Bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman.kebutuhan akan rasa aman dan ketidak berdayaan menyebabkan konflik yang di alami oleh sank dalam tahap ini adalah basic trust vs basic mi-trust. Bila rasa aman di penuhi, maka anak mengembangkan dasar-dasar kepercayaan pada lingkungan. Sebaliknya jika anak selalu tergantung, tidak pernah merasakan kasih saying dan rasa aman, anak akan mengembangkan rasa tidak percay apada lingkungan.

  • Autonomi VS Rasa malu dan ragu (12-18 bulan hingga 3 tahun).

Anak mengembangkan keseimbangan independen dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan. Pokonya pada masa inilah kemampuan anak untuk percaya diri di kembangkan. Problem yang dapat trjadi, menurut erikson adalah rasa malu karena mereka merasa tidak mampu”be on their own”.

  • Inisiatif VS Rasa bersalah (3 hingga 6 tahun).

Anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah. dalam fase inilah anak-anak belajar berfantasi, belajar mentertawakan diri, mulai belajar bahwa ada pribadi lain selain dirinya. Pada fase ini terletak fondasi anak untuk menjadi kreatif yang akan menjadi sangat penting pada fase berikut.

  • Industri VS Inferioritas (6 tahun hingga puberitas).

Anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten. Pada masa-masa ini tidak ada hal relative,yang ada hanyalah kemutlakan. Pada usia ini anak-anak juga sangat tertarik untuk belajar, dan sangat sulituntuk berdiam diri.

  • Indetitas VS Kekacauan identitas (pubertas hingga dewasa awal).

Remaja harus menentukan pemahaman akan diri sendiri atau merasakan kekacauan peran. Factor penting yang akan menentukan identitas diri ini adalah hadirnya role model di dalam masyarakat di mana kita hidup, yakni seseorang yang bisa dijadikan contoh. Kehadiran Papah dan Mamah, atau Guru, yang hebat, karenanya menjadi sangat penting.

  • Intimasi VS Isolasi (dewasa awal)

individu mencoba membuat komitmen dengan orang lain apabila tidak sukses maka ia akan menderita isolasi dan pemisahan diri.periode ini adalah mengenal dan mengijinkan diri kita untuk mengenal orang lain secara sangat dekat, atau masuk ke hubungan yang intim sedang kegagalan kita akan membuat kita terisolasi atau mengisolasi diri dari sekeliling kita.

  • Produktifitas VS Stagnasi (dewasa tengah)

Perhatian orang dewasa yang sudah matang adalah membangun dan membimbing generasi selanjutnya atau merasa tidak percaya diri.

· Integritas ego VS Putus asa (dewasa akhir)

Individu yang lebih tua mendapatkan penerimaan terhadap hidup, membuatnya dapat menerima kematian, atau sebaliknya putus asa atas ketidakmampuannya menghidupkan kembali hidupnya. Orang-orang yang putus asa pada masa usia lanjut ini ditandai dengan meluapnya rasa jijik pada diri mereka sendiri, terhadap kegagalan mereka, cara mereka menyia-nyiakan hidup.

KESIMPULAN

Teori Freud ini dikenal dengan teori Psikoanalitik, yaitu teori pemikiran Freud mengenai kepribadian, abnormalitas, dan perawatan penderita. Cenderung ke Analisis Mimpi, digunakan oleh Freud dari pemahamannya bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi lain, hingga aktivitas yang sama sekali tidak disadari. Ia berpendapat bahwa karakterdi bentuk pada masa kanak-kanak, ketika anak-anak berhadapan dengan konflik bawah sadar antara dorongan bawaan dan tuntutan hidup berbudaya.

Freud mengajukan hipotesis tiga bagian yaitu id, ego, superego. Bayi yang baru lahir di kuasai oleh id, dan beroperasi di bawah kenikmatan. Ketika kepuasan itu tertunda maka ia melihat dirinya terpisah dari dunia luar. Tujuan ego adalah menemukan cara realitas dalam rangka memuaskan id. Superego berkembang pada masa kanak-kanak awal. Bagian boleh atau tidak boleh, yang di akui secara sosial, kedalam sistem nilai si anak.

Teori erikson dikenal dengan teori psikososial tiap tahap mensyarakatkan keseimbangan kecenderungan positif dan negatif. walaupun kualitas positif harus mendominasi, hingga tingkat tertentu, sesuatu yang negatif juga di perlukan.erikson mengemukakan kepribadian suatu hasil dari dinamika kehidupan krisis dalam perjalanan hidup individu.

Setiap individu sesuai tahap perkembangan akan memasuki masa krisis yang harus dilalui untuk memasuki tahap berikutnya. Jadi siapapun, dan termasuk dalam tahapan apapun pasti mengalami tahap krisis. Keberhasilan dalam menghadapi krisis akan membentuk kepribadian yang (matang, dewasa), namun kegagalan dalam menyelesaikan krisis justru akan memperbesar masalah sehingga tantangan untuk menghadapi krisis berikutnya di rasakan makin berat pula.

BY : PUTRI RATU RETNO

SUMBER :

- PSIKOLOGI UMUM 1 : Penerbit gunadarma

- PSIKOLOGI UMUM : Penerbit gunadarma

- Human Development (psikologi perkembangan) : Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman

- PSIKOLOGI PERKEM BANGAN DEWASA MUDA : Agus dariyo